Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Tips"

Ilustrasi Penyakit Ketinggian
Assalammu'alaikum Sahabat..

Aktivitas outdoor seperti mendaki gunung semakin lama kian banyak peminatnya. Aktivitas mendaki gunung menyajikan olahraga sekaligus refresing yang menantang. Hal ini karena dilakukan di alam bebas, jauh dari teknologi perkotaan, juga tantangan alam seperti cuaca, kelembaban, dinginnya udara, dsb. Selain itu ada juga penyakit yang dapat menjangkiti pendaki gunung. Penyakit gunung dapat saja muncul saat seseorang sedang aktif dalam kegiatan pendakian gunung.

Banyak macam penyakit gunung, masing-masing memiliki resiko tersendiri. Penyakit gunung dapat menjadi berbahaya apabila kita telah terkena dan lambat dalam penanganannya. Sudah cukup banyak pendaki yang tewas akibat menyepelekan dan tidak tahu tentang penyakit gunung ini. Penting bagi pendaki tahu tentang penyakit gunung dan cara penanganannya sehingga dapat meminimalisir resiko saat mendaki gunung. Beberapa penyakit gunung yaitu:


1. Heat Cramps (Kram Karena Panas)

Heat cramps (kram karena panas) adalah kram/kejang otot yang hebat akibat dari keringan berlebihan, terjadi selama melakukan aktivitas pada cuaca yang sangat panas. Kram ini disebabkan oleh banyak kehilangan cairan dan garam (termasuk natrium, kalium, dan magnesium) dalam tubuh akibat keringat berlebih. Keringat berlebih itu sendiri sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat. Apabila tidak segera ditangani, kram ini dapat menyebabkan cedera otot serius dan juga penyakit lain seperti heat exhaustion (kelelahan karena panas).

Gejala yang muncul antara lain:
  • Kram yang tiba - tiba, biasanya timbul di jari kaki, tangan, betis, pundak, dan kaki.
  • Otot mengeras, tegang, otot sulit untuk dikendurkan, dan digerakkan.
  • Kram menimbulkan rasa sangat nyeri.

Tindakan penanganan:
  • Penderita perlu istirahat sejenak untuk memulihkan/melemaskan kondisi otot.
  • Membebaskan bagian yang kram dari adanya pembebanan.
  • Mengkonsumsi minuman/makanan yang mengandung garam.

2. Heat Exhaustion (Kelelahan Karena Panas)

Heat Exhaustion atau kelelahan karena panas adalah keadaan yang terjadi karena terpapar/terkena panas selama berjam-jam sehingga banyak kehilangan cairan tubuh akibat mengeluarkan banyak keringat. Banyaknya cairan tubuh yang keluar menimbulkan kelelahan, tekanan darah rendah bahkan hingga pingsan/tidak sadarkan diri. Apabila kelelahan ini tidak segera diatas maka dapat menimbulkan penyakit yang lebih serius yaitu heat stroke.

Gejala yang muncul antara lain:
  • Tubuh kelelahan dan lemas.
  • Rasa kecemasan yang meningkat.
  • Badan basah karena berkeringat.
  • Saat berdiri penderita akan merasa pusing karena darah terkumpul di dalam pembuluh darah tungkai, yang melebar akibat panas.
  • Denyut jantung menjadi lambat dan lemah.
  • Kulit menjadi dingin, pucat dan lembab.
  • Penderita menjadi linglung / bingung terkadang pingsan.

Tindakan penanganan:
  • Beristirahat di daerah yang teduh, usahakan posisi istirahat berbaring atau datar.
  • Meminum minuman yang mengandung elektrolit.
  • Apabila pingsan, lakulan pertolongan pertama pada orang pingsan.

3. Heat Stroke (Stroke Karena Panas)

Heat Stroke merupakan suatu keadaan yang dapat berakibat fatal. Heat stroke terjadi karena terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Heat Stroke dapat menyebabkan kerusakan permanen atau kematian. Suhu yang mencapai 39-41° celsius adalah masalah yang sangat serius, 1 derajat di atasnya sering kali berakibat fatal. Kerusakan permanen pada organ dalam yang terjadi misalnya otak dapat melambat bekerja hingga bahkan berhenti bekerja dan sering berakhir dengan kematian.

Gejala yang muncul antara lain:
  • Sakit kepala atau pusing.
  • Perasaan berputar atau vertigo.
  • Kulit teraba panas, tampak merah dan biasanya kering.
  • Denyut jantung meningkat dan bisa mencapai 160-180 kali/menit (dimana normalnya adalah 60-100 kali/menit).
  • Laju pernafasan biasanya meningkat, tetapi tekanan darah jarang berubah.
  • Suhu tubuh meningkat, bahkan dapat mencapai 40° - 41° celsius, menyebabkan perasaan seperti terbakar.
  • Penderita dapat mengalami disorientasi (bingung) dan bisa mengalami penurunan kesadaran atau kejang.

Tindakan penanganan:
  • Pindahkan korban dengan segera ketempat yang sejuk, buka seluruh baju luarnya.
  • Bungkus korban dengan selimut yang sejuk dan basah. Usahakan agar selimut tetap basah. Dinginkan korban hingga suhunya mencapai 38° celcius.
  • Saat temperatur mencapai kira-kira 38° celcius, ganti selimut basah dengan yang kering, lanjutkan perawatan pada korban secara hati-hati.

4. Mountain Sickness (Penyakit Gunung)

Mountain sickness adalah penyakit gunung yang disebabkan salah satunya karena adanya penurunan kadar oksigen di dalam darah karena berada di ketinggian tertentu. Kita tahu bahwa semakin tinggi maka kadar oksigen di udara akan semakin berkurang. Faktor yang dapat menjadi penyebab penyakit gunung ini adalah kurangnya aklimatisasi (proses penyesuaian diri pada dua kondisi lingkungan yang berbeda) dan pergerakan mencapai ketinggian tertentu yang terlalu cepat.

Gejala yang muncul antara lain:
  • Kepala pusing.
  • Napas sesak.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mual dan terkadang muntah.
  • Badan terasa lemas, lesu, malas.
  • Jantung berdenyut lebih cepat.
  • Penderita kesulitan tidur.
  • Muka nampak pucat.
  • Kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.

Tindakan penanganan:
  • Memberikan gas oksigen kepada penderita atau mengatur pola pernapasan.
  • Beristirahat yang cukup, pada umumnya gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat selama 24 sampai dengan 48 jam.
  • Jika kondisi tidak membaik maka harus menurunkan penderita dari ketinggian tersebut, sekitar 500 sampai dengan 600 meter.

5. Hypotermia (Hipotermia)

Hipotermia adalah suatu keadaan dimana kondisi tubuh tidak dapat menghasilkan panas yang disertai dengan menurunnya suhu inti tubuh di bawah 35°C. Hal ini dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya: cuaca yang ekstrim (dingin, berangin, atau badai), bawaan pakaian yang tidak cukup sehingga terpaksa mengenakan pakaian basah, kurangnya makanan yang mengandung kalori tinggi.

Gejala yang muncul antara lain:
  • Tubuh kedinginan, lemas, kaku dan menggigil.
  • Muka pucat dan kulit kering.
  • Bingung, sikap seakan tidak wajar.
  • Jatuh kesadaran/pingsan.
  • Napas pelan dan pendek.
  • Denyut nadi yang pelan dan melemah.

Gejala apabila dilihat dari suhunya:
  • 37°C: Adalah suhu normal orang pada umumnya.
  • 36°C - 35°C: Menggigil dengan disertai bulu yang berdiri, namun masih terkendali atau dapat diatur. Mempengaruhi gerak langkah menjadi lamban dan koordinasi tubuh mulai terganggu.
  • 35°C: Menggigil hingga tidak terkendali.
  • 35°C - 33°C: Pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh mulai kabur, langkah kaki sering tersandung, berbicara kasar (dipaksakan untuk keras).
  • 33°C: Tubuh semakin menggigil. Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun.
  • 32°C - 29°C: Menggigil berhenti. Kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan seakan tersentak-sentak, bola mata mulai membesar.
  • 29°C - 28°C: Otot menjadi kaku, bola mata membesar, denyut nadi melemah dan tidak teratur, tarikan nafas melemah, warna kulit tubuh membiru/memutih, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar.
  • 27°C: Pingsan dan bola mata tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan spontan tampak seperti telah meningal.
  • 26°C: Koma yang sangat darurat, suhu tubuh mulai menurun dengan cepat sekali.
  • 20°C: Denyut jantung berhenti.

Tindakan penanganan:
  • Jangan biarkan orang yang terkena hipotermia tertidur, karena hal ini dapat membuatnya kehilangan kesadaran sehingga tidak mampu lagi menggangatkan badannya sendiri. Menggigil sebenarnya adalah usaha secara biologis dari badan untuk tetap hangat, karena itu usahakan untuk tidak tidur.
  • Berilah minuman hangat dan manis kepada penderita hipotermia.
  • Bila baju yang dipakai basah segera mungkin gantilah dengan baju yang kering.
  • Usahakan untuk mencari tempat yang aman dari hembusan angin, misalnya dengan mendirikan tenda atau pelindung lainnya.
  • Jangan membaringkan penderita di tanah secara langsung dan usahakan agar memakai alas kering dan hangat (seperti, matras/aluminium foil) .
  • Masukkan penderita ke dalam kantong tidur. Usahakan agar kantong tidur tersebut di hangatkan terlebih dahulu. Umumnya saat memasukkan penderita ke dalam kantong tidur yang dingin tidak akan memadai karena badan penderita sulit menghasilkan panas yang mampu menghangatkan kantong tidur tersebut.
  • Letakkan botol atau kantong yang diisi dengan air hangat ke dalam kantong tidur untuk membantu memanaskan kantong tidur.
  • Bila kantong tidur cukup lebar, maka panas badan orang yang masih sehat dapat membantu penderita secara langsung, yaitu dengan tidur berdampingan di dalam satu kantong tidur. Kalau mungkin, dua orang masih sehat masuk ke dalam kantong tidur rangkap dua, kemudian si penderita di selipkan di tengah tengahnya.
  • Apabila memungkinkan buatlah perapian di kedua sisi penderita.
  • Segera setelah penderita sadar berikanlah makanan dan minuman manis atau hangat, karena hidrat arang merupakan bahan bakar yang cepat sekali menghasilan panas dan energi. Makanan yang dikenal efektif mengatasi hipotermia salah satunya yaitu bawang putih, karena dapat menghangatkan dari dalam seseorang.

6. Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan dapat berujung kematian. Namun, bila sudah terbiasa beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur-angsur kembali ke kondisi normal.
Efek hipoksia yang paling dini terhadap fisiologi tubuh adalah menurunnya ketajaman penglihatan di malam hari, kecepatan bernapas paru-paru juga akan meningkat karena berusaha memperoleh oksigen sebanyak-banyaknya. Apabila keadaan lebih tinggi lagi, maka dapat dijumpai gejala-gejala seperti: rasa mengantuk, kelesuan, kelelahan mental, sakit kepala, mual dan kadang - kadang euforia atau rasa nyaman yang semu. Gejala yang paling nampak dominan adalah sakit kepala.

Jika hipoksia berlebihan maka akan membuat kejang, mengakibatkan koma dan mati rasa. Selain itu pertimbangan daya tanggap terhadap lingkungan menjadi berkurang sehingga menyebabkan kurangnya kontrol terhadap gerakan motorik. Hal tersebut memberikan dampak kemungkinan kecelakaan yang jauh lebih besar.

Tingkat penyakit hipoksia:
  • Hipoksia Fulminan, dimana terjadi pernapasan yang sangat cepat. Paru-paru menghirup udara tanpa adanya udara bersih dan oksigen. Sering ditemui kasus dalam waktu beberapa menit akan jatuh pingsan.
  • Hipoksia Akut, dimana terjadi pada udara yang tertutup akibat keracunan karbon monoksida atau gas lain. Misalnya, seorang pendaki gunung tiba-tiba panik ketika gas belerang datang menyergap. Udara bersih tergantikan oleh gas beracun, dan paru-paru tidak mampu menghirup udara bersih, sehingga pendaki dapat mendadak pingsan.

Dampak dari dipoksia adalah:
  • Kesulitan dalam koordinasi, berbicara, dan konsentrasi.
  • Kesulitan bernapas, mengantuk, kelelahan dan sianosis (warna kulit membiru).
  • Penurunan penglihatan, pendengaran dan fungsi sensorik lainnya
  • Tubuh berkeringat dingin.

Hipoksia yang berlanjut dapat mengakibatkan ketidaksadaran/pingsan, koma dan akhirnya meninggal. Hal ini tergantung pada ketinggian dan kondisi pendaki. Proses hipoksia timbul secara perlahan. Biasanya pendaki gunung yang terlalu lama dalam perjalanan pendakian, sesampainya di rumah tubuhnya tidak dapat menerima perubahan suhu.

Hipoksia yang terjadi agak lama, tentu saja akan mengganggu proses pernapasan yang dilakukan paru-paru. Untuk mencegah dampak buruk dari hipoksia, para pendaki gunung yang sebelumnya mengidap penyakit jantung, pernapasan dan gangguan sirkulasi darah dianjurkan untuk tidak mencapai ketinggian yang melebihi daya tahan tubuh. Dianjurkan sebelum mendaki gunung, seseorang diharapkan periksa keadaan dan kesehatan diri.

7. Frostbite

Frostbite dikenal juga dengan radang dingin dimana jaringan sel di dalam tubuh menjadi rusak karena terjadi pembekuan. Cuaca dingin membuat cairan sel diantara kulit dan kapiler membeku dan menjadi rusak karena pembekuan dan menyebabkan aliran menjadi tidak lancar. Apabila terdapat bagian-bagian yang tidak teraliri darah lebih dari 15 menit akan menimbulkan gangrene (pembusukan), sehingga harus di amputasi. Frostbite biasanya dapat timbul saat temperatur kulit yang berada di bawah 10°C.

Gejala yang muncul antara lain:
  • Kulit atau tubuh mengeras, padat, putih keabu - abuan.
  • Jaringan kulit akan mengeras dan dapat meluas ke otot dan selanjutnya ke tulang.
  • Bagian yang terkena frostbite terasa dingin bahkan mati rasa.

Tindakan penanganan:
  • Membungkus bagian yang terkena dengan bahan yang kering dan tahan air (water crous).
  • Memasukkan penderita ke dalam tenda, lalu masukkan bagian yang membeku ke dalam air hangat yang bersuhu 30°C.
  • Apabila telah meluas, jalan satu - satunya adalah dipotong/amputasi.
Sumber : http://www.ardhinw.com/2014/12/macam-macam-penyakit-gunung.html?m=1#

#CordobaRendoor #CordobaRentalOutdoor

Assalammu'alaikum Sahabat..

Tips Memilih Sleeping Bag

Sleeping bag agaknya menjadi perlaatan wajib saat mendaki gunung. Sleeping bag memiliki fungsi utama untuk menghangatkan tubuh saat berada di gunung yang notabene memiliki udara yang dingin. Di pasaran kini telah beredar berbagai jenis sleeping bag dengan bermacam harga dan model. Namun bagaimana memilih sleeping bag yang tepat untuk melakukan kegiatan pendakian?
Pertimbangan pertama saat anda akan memilih sleeping bag adalah tujuan atau destinasi anda saat bepergian. Sleeping bag dibuat dengan desain dan bahan yang berbeda-beda disesuaikan dengan tujuan bepergian. Apakah anda akan menggunakan sleeping bag di gunung atau hanya sekedar travelling? Tujuan anda ini akan menentukan jenis, harga, dan bahan sleeping bag yang anda pilih. Jadi sebelum membeli, tentukan dulu destinasi anda, jangan sampai anda membeli sleeping bag yang salah. Misalnya sleeping untuk travelling atau backpacker akan memiliki bahan yang lebih tipis dibandingkan dengan sleeping bag yang digunakan untuk mendaki gunung.
Hal selanjutnya yang menjadi pertimbangan anda adalah bahan dari sleeping bag tersebut. Sleeping bag dibuat dengan berbagai macam bahan diantaranya adalah :

(1) parasit; bahan parasit akan memiliki bobot yang cukup ringan, bahan parasit bisanya dilapisi dengan kapas atau bulu di bagian tengahnya yang akan membuat anda lebih hangat,

(2) sitetis; sleeping bag dengan bahan sintetis adalah sleeping bag yang sangat disarankan jika anda hobi melakukan pendakian, Karen bahan sintetis ini ringan dan mudah kering,

(3) Dacron/polar; kedua bahan ini memiliki keunggulan tersendiri, bahan Dacron lebih ringan dibandingkan dnegan bahan polar, namun bahan polar dengan bobot yang berat memberikan kehangatan yang lebih baik dibandingkan dengan bahan dacron.

Secara umum bentuk sleeping bag terbagi ke dalam dua macam, yaitu sleeping bag dengan bentuk mumi dan sleeping dengan bentuk tikar. Sleeping bag dengan bentuk tikar biasanya lebih disukai oleh mereka yang hobi melakukan travelling atau backpacker.

Hal ini disebabkan model tikar dapat dialihfungsikan menjadi selimut. Sleeping bag dengan bentuk mumi akan lebih sering dipilih oleh mereka yang hobi melakukan kegaiatan di alam bebas. Sleeping bag jenis mumi ini umumnya lebih hangat dibandingkan dengan sleeping bag dengan jenis tikar.

Sekali lagi tergantung kebutuhan anda. Jika anda lebih sering melakukan travelling maka pilihlah sleeping bag dengan jenis tikar sedangkan jika anda lebih sering mendaki gunung maka pilihlah sleeping bag dengan model mumi yang lebih hangat. Sleeping bag lain juga anda yang memiliki bentuk dengan lubang pada tangan, sleeping bag ini membuat penggunanya lebih mudah bergerak dibandingkan dengan model mumi atau tikar.

Harga menentukan kualitas. Di pasaran banyak beredar sleeping bag dengan harga seratus ribuan hingga jutaan rupiah. Tentu saja sleeping dengan harga yang lebih tinggi akan memberikan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan sleeping bag dengan harga yang murah.

Sleeping bag harus digunakan dengan baik dan benar. Jika akan menggunakan sleeping bag sebaiknya lepaskan jaket waterproof anda. Memakai jaket waterproof di dalam sleeping bag akan menghambat proses pelepasan uap tubuh anda, hal ini dapat menyebabkan anda mengalami dehidrasi. Adakalanya sleeping bag akan menjadi dingin jika berada pada suhu yang rendah, untuk mengatasinya anda dapat memasukan botol berisi air hangat ke dalam sleeping bag sebelum digunakan. Banyaklah bergerak sebelum menggunakan sleeping bag, hal ini juga akan membuat sleeping bag terasa lebih hangat ketika digunakan.

#CordobaRendoor
#CordobaRentalOutdoor

Assalammu'alaikum Sahabat..


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

HADITS HARI INI

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

#KomunitasPendakiMuslim #KPMSoloraya #CordobaRentalOutdoor #CordobaRendoor
#CordobaRendoor #CordobaRentalOutdoor

22.19 , ,
Assalammu'alaikum Sahabat..

Bismillah.
Bagaimana kabarnya sahabat gispala? masih belum pada bolong kan puasanya? mudah-mudahan enggak ya, hehe.. Semoga hari ini semua aktifitas kita lancar penuh keberkahan. Dan semoga yang masih sakit diberi kesembuhan oleh Allah. Amiin. Wokeh langsung saja sob, sebetulnya postingan kali ini adalah kumpulan beberapa tulisan dari seorang sahabat saya Abu Fahd namanya, yang saya rangkum dan saya share ulang di blog ini. Dari tulisan-tulisan beliau ini sudah banyak membukakan mata dan hati saya pribadi mengenai adab dan kesalahan-kesalahan yang banyak dilakukan di kalangan kita, para pendaki dan pecinta alam yang beragama muslim khususnya.
Sesungguhnya tidak ada satupun manusia di bumi ini yang terbebas dari dosa, walaupun yang berupa dosa kecil. Siapapun kita pastilah pernah melakukan sesuatu yang tidak terpuji atau suatu dosa, baik berupa ucapan maupun perbuatan, sebab manusia bukanlah makhluk yang ma’shum (terjaga dari salah dan dosa).  Bagi kalangan pendaki, menjaga adab dan akhlak ketika mendaki gunung merupakan faktor yang sangat penting. Kenapa? karena alam beserta isinya adalah kepunyaan-Nya, bukan punya kita. Oleh karena itu, maka pentinglah kita sebagai pendaki WAJIB tunduk dan patuh kepada segala aturan-Nya dan menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya. Berikut adalah 26 kesalahan para pendaki ketika dalam melakukan perjalanan untuk mendaki gunung, diantaranya:

1. Berniat mendaki gunung untuk perkara-perkara yang haram

Berniat mendaki gunung untuk perkara-perkara yang diharamkan syariat, seperti:
– Kesyirikan : Untuk mengirimkan sesajen kepada sesembahan selain Allah (penghuni gunung, dewa/dewi, jin, setan, dan semisalnya), bertawassul, mencari/meminta wangsit, menyembelih, bernazar,  bertabarruk (mencari barakah) kepada jin, penghuni gunung, tempat keramat, atau orang yang sudah mati dan dikuburkan di gunung.
Kebid’ahan : Untuk melakukan upacara, ritual atau acara2 yang bid’ah dan tidak disyariatkan di gunung, seperti Sedekah Gunung, Sedekah Bumi, Hari Ulang Tahun, dll.
– Kemaksiatan : Untuk melakukan perbuatan mesum atau maksiat di gunung, seperti yang terjadi di gunung Kemukus.
 Dari Amir Mukminin Abi Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
”Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Melakukan acara atau ritual ‘Selamatan’ sebelum mendaki gunung.

Biasanya acara ini dilakukan oleh pihak keluarga yang salah seorang keluarganya ada yang pergi mendaki gunung. Acara ini termasuk bid’ah yang mengada-ada.
Dari ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha dia berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-ada (memperbuat sesuatu yang baru) di dalam urusan kami ini (agama) sesuatu yang bukan bersumber padanya (tidak disyari’atkan), maka ia tertolak.” (HR.al-Bukhari)
Di dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan, “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan termasuk urusan kami (agama), maka ia tertolak.”

3. Memaksakan diri untuk pergi mendaki gunung walaupun tidak mendapat izin dan restu dari orangtua.

Seseorang datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam meminta izin untuk pergi Jihad, maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah kedua ibu bapakmu masih hidup?”
Laki-laki itu menjawab, “Ya.”
Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tinggallah dengan kedua orangtuamu, maka itulah Jihadmu.”
Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits di atas dijadikan dalil haramnya safar tanpa izin orangtua. Karena menakala Jihad dilarang, padahal keutamaannya sangat agung, maka safar yang mubah tentu lebih dilarang…” (Fathul Bari, VI/174).

4. Tidak memilih pemimpin atau ketua perjalanan.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka untuk menjadi pemimpin.” (Shahih Abi Dawud, no. 2608).

5. Mampir untuk meminta izin dan keselamatan kepada kuncen atau juru kunci gunung tersebut.

Ini adalah perkara yang membahayakan aqidah dan bisa terjerumus kepada perbuatan Syirik Akbar. Berbeda halnya jika meminta izin kepada petugas khusus yang berwenang dalam masalah ini, maka hal ini dibolehkan, bahkan bisa diwajibkan.
Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.” (al Fatihah: 5)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR.Tirmidzi: Hasan Shahih)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah berfirman: Aku tidak butuh pada sekutu-sekutu itu, barangsiapa yang beramal dengan amalnya itu dia mempersekutukan Aku dengan yang lainnya, maka akan Ku-tinggalkan dia bersama sekutunya.” (HR.Muslim)

6. Mempercayai dan menyakini adanya cerita-cerita khurafat, mistis, tahayul di gunung dan yang menyalahi ajaran Islam.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu ‘anhu, katanya: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengimami kami dalam shalat Shubuh di Hudaibiyah setelah semalamnya turun hujan. Ketika usai shalat, beliau menghadap kepada orang-orang lantas bersabda: “Tahukah kamu apa yang difirmankan oleh Tuhanmu?”
Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”
Beliau pun bersabda: “Dia berfirman: Pagi ini di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang mengatakan: ‘Telah turun hujan kepada kita berkat karunia dan rahmat Tuhan, dia beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang’. Sedangkan orang yang mengatakan: ‘Telah turun hujan kepada kita karena bintang ini, atau bintang itu’, dia kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang.”

7. Membawa barang-barang yang diharamkan selama pendakian dan menggunakannya, seperti jimat, khamer (minuman keras), alat musik, rokok, lonceng, dll.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di dalamnya ada anjing dan lonceng.” (HR: Bukhari).

8. Wanita safar tanpa didampingi oleh mahramnya.

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan perjalanan sejauh sehari semalam kecuali bersama seorang mahram.” (HR: Bukhari dan Muslim).

9. Ikhtilath (bercampur baur antara laki-laki dengan wanita yang bukan mahram) dan khalwat (berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram) selama pendakian, apalagi jika sampai satu tenda.

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jangan sekali-kali salah seorang dari kamu bersendirian dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.” (HR: Bukhari dan Muslim).

10. Meninggalkan kewajiban agama seperti shalat yang lima waktu, walaupun dalam kondisi yang memberatkan dan menyulitkan.

Dari Jabir bin Abdillah Radhiallaahu anhu Rasulullah Shalallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Pemisah antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah dengan meninggalkan shalat” (HR: Muslim)
“Perjanjian antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya sungguh dia telah kafir.” (HR: Ahmad, At-Turmudzi, An-Nasa’i dan yang lainnya)

11. Tidak menjama’ dan mengqashar shalat selama pendakian jika ia seorang musafir.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Melalui lisan Nabi kalian, Allah mewajibkan kalian shalat empat rakaat saat mukim, dua rakaat ketika bepergian, dan satu rakaat di kala takut.” (Hadits Shahih. HR: Muslim, Ibnu Majah, Abu Dawud, An Nasa’i).
Dari Ibnu Umar, dia berkata, “Aku pernah menyertai perjalanan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat hingga wafat. Aku juga pernah menyertai perjalanan Abu Bakar. Dia tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat hingga wafat. Aku juga pernah menyertai perjalanan Umar. Dia tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat hingga wafat. Selain itu, aku juga pernah menyertai perjalanan Utsman. Dia tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat hingga wafat…” (HR: Muttafaqun ‘alaih).

12. Sudah menjama’ dan mengqashar shalat sebelum meninggalkan tempat kediamannya atau sebelum memasuki daerah lain jika ia hendak safar.

Anas berkata, “Aku shalat zhuhur empat rakaat bersama Nabi di Madinah. Adapun di Dzul Hulaifah, kami shalat dua rakaat.” (HR: Bukhari, Muslim, Abu Dawud).
Ibnul Mundzir berkata, “Aku tidak tahu bahwa Nabi pernah mengqashar shalat pada setiap safarnya melainkan setelah meninggalkan Madinah.” (Fiqhus Sunnah, I/240, 241).

13. Tidak mengetahui tata cara menjama’ dan mengqashar shalat.

14. Tidak mengetahui tata cara tayammum.

Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya tanah yang suci adalah alat bersuci bagi seorang muslim sekalipun dia tidak mendapatkan air sepuluh tahun.” (HR. Nasa’i (321), Tirmidzi (124), Abu Dawud (332), Ahmad (5/160). Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.”)

15. Memaksakan bersuci dengan air padahal persediaan air terbatas dan kurang.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Artinya : Mudahkanlah, janganlah mempersulit dan membikin manusia lari (dari kebenaran) dan saling membantulah (dalam melaksanakan tugas) dan jangan berselisih” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

16. Berpakaian dengan menampakkan aurat selama pendakian.

Yaitu laki-laki berpakaian yang menampakkan paha atau bagian dibawah pusarnya, begitu juga isbal (memanjangkan pakaian di bawah mata kaki) bagi laki-laki, sedangkan untuk wanita berpakaian tanpa hijab/jilbab syar’i, memakai pakaian ketat dan celana panjang.
Dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Artinya : Tidak diperbolehkan bagi orang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan wanita melihat aurat wanita…” (Hadits Riwayat Muslim).

17. Mengotori dan merusak lingkungan, seperti:

– Membuang sampah sembarangan dan tidak membawa turun sampah yang dibawanya.
– Mengotori sumber air.
– Mencemari air, tanah dan udara dalam jangka lama.
– Mencorat-coret batu, pohon, pos shelter.
– Menebang pohon tanpa batas dan berlebihan.
– Mengambil atau mencuri flora dan fauna yang langka tanpa izin dan yang terlarang.
– Lalai dan sembrono hingga mengakibatkan kebakaran hutan dan savana.
– dll.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (Qs.Al A’raf: 56).
”Dan apabila dia berpaling (dari kamu), dia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, padahal Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS. Al Baqarah: 205).

18. Buang hajat (Buang Air Kecil dan Buang Air Besar) di tempat umum, tempat-tempat yang dilalui manusia, dan di sumber air atau yang tidak mengalir.

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jauhilah oleh kalian dua hal yang bisa mendatangkan laknat!” Mereka bertanya, “Apakah dua hal itu wahai Rasul?” Beliau bersabda, “Orang yang buang hajat di jalanan umum, atau di tempat teduh mereka.” (HR: Muslim).
Dari Jabir, “sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melarang buang air kecil di air yang diam (tidak mengalir).” (HR: Muslim).

19. Tidak memadamkan api ketika hendak tidur atau pergi.

Dari Ibnu Umar, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda, “Jangan kalian membiarkan api menyala di rumah kalian ketika kalian tidur!” (HR: Bukhari dan Muslim).

20. Tidur beramai-ramai dalam satu selimut.

Dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Artinya : …Dan tidak boleh seorang laki-laki dengan orang laki-laki lain dalam satu selimut, dan wanita dengan wanita lain dalam satu selimut”. (Hadits Riwayat Muslim).

21. Bercerai berai dan berpisah diri dari kelompoknya ketika singgah di suatu tempat.

Diriwayatkan dari Abu Tsa’labah, bahwa ketika suatu saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam singgah (disuatu tempat), maka para Shahabat memilih tempat berhenti yang terpisah-pisah. Maka beliau shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Sesungguhnya terpisah-pisahnya kalian di celah gunung dan lembah ini dari syaithan.” (Shahih Abi Dawud, no. 2628).

22. Tidak membagi atau memakan makanan secara adil ketika makan bersama-sama dalam kelompoknya, kecuali jika sudah diizinkan oleh sahabat-sahabatnya.

Dari Jabalah ibn Suhaim, dia berkata, “Kami mengalami musim Paceklik bersama Ibnu Zubair, tiba-tiba kami mendapat rizki kurma. Waktu Abdullah bin Umar lewat, kami sedang makan, maka dia berkata, “Jangan kalian makan dua butir kurma sekaligus karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam melarang perbuatan qiran tersebut”; kemudian dia berkata, “Kecuali orang itu minta izin kepada kawannya.”(HR: Bukhari dan Muslim).

23. Mencela cuaca (angin, hujan, dingin, panas, dsb) di gunung.

Firman Allah Ta’ala (artinya): “Dan kamu membalas rezeki (yang telah dikaruniakan Allah) kepadamu dengan mengatakan perkataan yang tidak benar.” (Al-Waqi’ah: 82)
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Angin itu termasuk rahmat Allah, dia datang membawa rahmat, dan bisa juga membawa adzab (siksa), maka jika kalian melihatnya janganlah kalian mencelanya, dan mintalah (kepada Allah) kebaikan yang dibawanya, serta berlindunglah dari kejahatan yang ditimbulkannya.” (HR: Abu Daud dengan sanad hasan).

24. Sombong tatkala mendaki gunung.

Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al Isra’: 37).

25. Tidak mentaati ketua atau pemimpin rombongan, kecuali jika disuruh bermaksiat dan melanggar peraturan.

Dari Abdullah bin Umar dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Wajib bagi setiap muslim untuk mendengar dan taat (kepada pemimpin), baik dalam perkara yang dia senangi maupun yang dia benci, kecuali kalau dia diperintah dalam perkara maksiat, maka dia tidak boleh mendengar atau taat.” (HR. Bukhari 4/329 Musnad 3/1469)

26. Tidak mempersiapkan dan membekali diri dengan baik karena merasa sudah biasa dan mampu, sehingga bisa memudharatkan diri sendiri bahkan bisa membunuh diri sendiri.

Karena tidak dipungkiri bahwa naik gunung itu termasuk kegiatan beresiko, selain itu juga bisa merepotkan dan menyusahkan teman.
Allah Ta’ala berfirman, “…dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS Al-Baqarah: 195)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh memudharatkan diri sendiri dan memudharatkan orang lain.” (HR Malik II/745)
Wallahu a’lam
Referensi:
– “Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz”, oleh Dr. Abdul ‘Azhim bin Badawi al Khalafi.
– “Riyadhus Shalihin”, oleh Imam An Nawawi.
– “Mantan Kiai Meluruskan Ritual-ritual Kiai Ahli Bid’ah Yang Dianggap Sunnah” oleh H. Mahrus Ali.
– “Pedoman Safar”, oleh Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al Qahthani, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dan Azhari Ahmad Mahmud, diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Umar, cetakan pertama tahun 2010. Peyempuan.Com.
– Majalah Al-Furqon Edisi 2 Th. II 1423H
Salam Lestari,

Sumber : https://gispala.wordpress.com/2014/07/21/26-kesalahan-fatal-ketika-mendaki-gunung-menurut-syariat/

#CordobaRendoor #CordobaRentalOutdoor

Assalammu'alaikum Sahabat..

Berikut beberapa point penting yang harus di persiapkan dalam mendaki gunung yg harus kamu siapkan sebelum mendaki. Semoga ini bermanfaat bagi pemula yg sedang ingin merencanakan pendakian …
Mendaki gunung sama halnya seperti kegiatan petualangan lainnya, merupakan sebuah aktivitas olahraga yang berat. Merupakan kegiatan yang membutuhkan kondisi fisik yang prima. Mendaki gunung dilakukan di alam terbuka liar, yang sesungguhnya bukanlah habitat manusia.

Pendaki yang baik sadar akan adanya banyak bahaya yang datang menghadang, seperti udara yang amat dingin, hembusan angin yang membekukan organ tubuh, kondisi saat hujan tanpa adanya tempat untuk berteduh, curamnya pijakan yang memungkinkan siapa saja dapat tergelinicir jatuh. Sifat-sifat bahaya inilah yang tidak dapat diubah oleh manusia, hanya bisa kita antisipasi sebelum itu semua benar-benar terjadi.
Dengan apa kita dapat mengantisipasinya? yaitu dengan melakukan persiapan yang matang. Di artikel ini anda bisa mendapatkan pencerahan apa saja yang harus dipersiapkan sebelum dan ketika mendaki. Berikut 6 point persiapan mendaki gunung yang harus kamu siapkan sebelum mendaki.

Persiapan Sebelum Mendaki

1. Mendaki sendiri bersama teman atau ikut pendakian massal?
Pertama anda harus menetapkan terlebih dahulu apakah pendakian yang akan dilakukan adalah pendakian sendiri bersama teman atau ikut pendakian massal (open trip atau ikut kelompok pendakian lainnya). Sangat tidak direkomendasikan untuk mendaki gunung seorang diri tanpa teman yang mendampingi. Minimal 3 orang dalam satu keompok pendakian, nantinya jika ada 1 orang yang terkena musibah 1 orang lainnya bisa turun meminta bantuan dan sisanya menemaninya sampai ada bantuan datang.
2. Gunung apa yang akan didaki dan kapan waktu pendakiannya?
Selanjutnya tetapkan gunung yang ingin didaki dan tetapkan kapan waktu pendakiannya, apakah akan melakukan pendakian disaat musim hujan atau melakukan pendakian disaat musim kemarau. Saya sendiri menyarankan dan memang nyatanya pendakian yang dilakukan di musim kemarau jauh lebih nyaman ketimbang melakukan pendakian di musim penghujan.
Saat musim hujan permukaan yang kita daki akan menjadi lebih licin, perjalanan ketika pagi siang sore sangat tidak nyaman dalam kondisi hujan karena kita akan banyak mengganti pakaian basah, dan juga saat malam persiapan tenda yang kita pasang harus yakin benar terbebas dari air hujan maupun rembesan yang masuk yang membuat tidur kita jadi tidak nyaman.
3. Cari info tentang gunung yang akan didaki
Jika sudah mendapat tujuan gunung yang ingin didaki, carilah informasi sebanyak-banyaknya melalui internet. Cari info tentang jalur pendakian gunung yang dituju, pengalaman pendaki lain ketika mendaki gunung tersebut, serta cari tahu momen-momen atau spot indah yang ada digunung tersebut yang memungkinkan kita menikmati keindahan alamnya lebih lama atau juga mengabadikannya lewat sesi foto/selfie.
Juga anda bisa tentukan saat pendakian anda ingin menggunakan jasa porter/guide atau tidak, jika tidak pastikan satu dua orang dari kelompok pendakian anda ada yang paham betul tentang seluk beluk gunung tersebut, rute perjalanan dll.
4. Siapkan fisik anda bung
Persiapan fisik sangat-sangat penting dilakukan, ini satu yang terpenting diantara persiapan mendaki gunung, ini juga yang seringkali digampangkan oleh sebagian pendaki. Anggapan mereka bahwa mendaki gunung hanya perlu berjalan terus saja sambil menahan letih, jika sudah terasa sangat lelah bisa berhenti sejenak untuk memulihkan tenaga, sungguh ini anggapan yang salah. Kebanyakan yang seperti ini hanya menyusahkan teman pendakian yang lain, yang harus rela menunggu di banyak perhentian jalannya. Padahal jika melakukan persiapan fisik sebelumnya akan terasa sangat menyenangkan mendaki gunung.
Lakukan persiapan fisik 2 bulan sebelum pendakian. Dan olahraga yang cocok untuk mempersiapkan tubuh untuk pendakian adalah olahraga jenis cardio, misalnya lari. Anda bisa melakukan ini rutin minimal seminggu 2 kali.
5. Tunjuk seorang pemimpin perjalanan
Penting untuk memilih pemimpin dalam pendakian, tunjuklah seorang pemimpin yang paling berpengalaman dan paling bijak dalam membuat keputusan. Sebuah perjalanan yang dipimpin oleh seseorang akan jauh lebih teratur ketimbang yang tidak.
6. List barang bawaan wajib, pastikan tidak ada yang tertinggal
Dibawah ini adalah list barang bawaan wajib dan pastikan tidak ada yang tertinggal jika ingin pendakian anda aman dan nyaman.
Bawaan utama :

  • Tas carrier
  • Sepatu gunung
  • Jaket gunung
  • Celana gunung (jangan pakai jeans untuk mendaki krn selain tidak pantas celana jenis jeans akan terasa sangat berat ketika sudah menyerap keringat atau dalam kondisi basah terkena hujan)
  • Senter atau head lamp
  • Sarung tangan & Kaos kaki
  • Jas hujan atau ponco
  • Baju untuk perjalanan
  • Baju kering untuk tidur
  • Matras
  • Sleeping bag
  • Tenda (bawaan kelompok)
  • Trash bag
Konsumsi :

  • Nasi/lontong
  • Roti
  • Lauk kering
Obat-obatan :

  • Obat diare
  • paracetamol
  • Betadine atau obat merah
Tambahan : (tidak wajib tapi direkomendasikan)

  • coklat, kurma, gula merah
  • biskuit
  • tolak angin
  • freshcare
  • susu beruang
  • sunblock
  • trecking pole
Tambahan : Bagi Seorang Muslim
  • Al-Qur'an
  • Alat Sholat
Itu tadi beberapa uraian persiapan yang harus dilakukan ketika ingin naik gunung. Semoga ini bermanfaat bagi pemula yang sedang ingin merencanakan pendakian dalam waktu dekat. Jika ada yang ingin ditanyakan atau ada yang ingin menambahkan silakan isi dikotak komentar.
Salam lestari !
#CordobaRendoor #CordobaRentalOutdoor

Assalammu'alaikum Sahabat..
Kita sudah pernah mendengar Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, yang dicetuskan pertama kali pada Januari tahun 1974. Kode Etik ini menjadi acuan dan pegangan teguh bagi para pecinta alam se-Indonesia dalam bersikap dan berperilaku dalam segala kegiatan di alam bebas.

Nah.. sekarang mari kita buat Kode Etik untuk Pendaki Muslim juga.
Sebagai Muslim yang taat kepada Alloh & Rasul-Nya.

Isi Kode Etik Pendaki Muslim :

Pendaki Muslim sadar bahwa alam beserta isinya 
adalah ciptaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Pendaki Muslim sadar untuk menjadikan 
Al-Qur'an & As-Sunnah (Hadits) sebagai Pedoman hidup.Pendaki Muslim sadar bahwa Pendaki Muslim adalah
sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Maha kuasa.

Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran

Menyatakan :

  1. Taat kepada Alloh dan Rasul-Nya.
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
  3. Menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah (Hadits) sebagai Pedoman Hidup.
  4. Menebarkan salam dan menjaga kehormatan Dienul Islam.
  5. Melakukan Aktivitas Alam & Pendakian sesuai dengan Syariat Islam.
  6. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pendaki Muslim dan Non Muslim sesuai dengan Syariat Islam
  7. Berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, siap menolong dan peduli dengan keadaan sekitar seperti bencana alam, pendaki tersesat dsb.
  8. Selesai

Etika Lingkungan Hidup

Dalam kegiatan alam bebas kita juga mengenal adanya 3 Etika Lingkungan yang mungkin semua sudah seringkali mendengarnya, kode etik ini dinamakan Etika Lingkungan Hidup, yang isinya sebagai berikut :

  1. Take nothing but picture, Dilarang mengambil apapun kecuali foto
  2. Leave nothing but footprint, Dilarang meninggalkan apapun kecuali jejak
  3. Kill noting but time, Dilarang membunuh apapun kecuali waktu
Semoga postingan ini bermanfaat, dan bisa menjadikan Kode Etik ini sebagai pedoman sehingga terpatri dalam jiwa kita, jiwa seorang pecinta alam.
#CordobaRendoor
#CordobaRentalOutdoor

01.01 ,
Assalammu'alaikum Sahabat..
Ikhwah Fillah..

Semoga sahabat semua dalam keadaan sehat dan tidak kurang apapun sehingga bisa beraktifitas sesuai planing kalian.
Pada punya rencana kemana ni wekend? Punya rencana ngetrip? Atau melakukan pendakian bersama temen, sahabat, kawan kantor, bahkan Camcer sama keluarga tercinta.
Bagi Triper yang ingin berpegian kemanapun tujuan kita mau info sedikit mengenai manfaat Matras saat kalian pergi utamana untuk aktifitas luar ruang ia seperti ke gunung, ngepatai dkk.
Ternyata Matras juga mempunyai peranan penting saat kita berpergian dikarenakan matras selain untuk Alas saat kita istirahat atau Camping matras juga bisa berfungsi untuk memperamping saat Packing utamanya buat cariel ia sobat Triper, fungsi matras disini adalah untuk membuat lingkaran dalam Cariel sehingga untuk barang bisa kita atur dengan sesakma sesuai standart dunia packing.
Jadi Manfaat Matras adalah:
Alas saat Camping
Tempat bantu packing (matras Item bukan Foil)
Tempat Alas Sholat saat Track
Dkk




Jadi buat sobat Triper yang mau berpergian harus bawa matras karena fungsi matras sangat vital yaitu tempat alas fungsi utamanya, jadi matras jangan sampai ketinggalan saat kalian Melakukan pendakian, ngepatai,touring dkk.
Jenis matras sekarang ini yang lagi buming dikalangan pendakian yaitu matras Spong(item) dan Foil seperti picture yang dipakai dalam posting Blog ini.
Untuk harga Matras sekitaran 50k-60k tinggal pilih sesuai kebutuhan kalian ia , Sobat Triper juga bisa cek di Produk Tripstore.

Selamat menikmati wekend kalian.

#CordobaRendoor
#CordobaRentalOutdoor

Total Tayangan Halaman

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget