Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Mapala"

22.26 , ,


Assalammu'alaikum Sahabat..

HASIL RAPAT KOORDINASI ANTARA LEMBAGA KEMAHASISWAAN UII DENGAN REKTORAT UII
25 JANUARI 2017

Rapat ini merupakan penyampaian apa saja yang telah dilakukan oleh pihak kampus UII dan klarifikasi serta penjelasan mengenai hasil press release UII.
1.Senin, 23 Januari 2017 pihak kampus telah melakukan pertemuan dengan panitia SC dan OC The Great Camping.

2.Selasa, 24 Januari 2017 mendapat kabar bahwa peserta TGC 37 atas nama Ilham Nurpadmy Listia Adi meninggal dunia, pihak kampus UII langsung melakukan pengecekan medis terhadap seluruh peserta TGC di RS JIH. Beberapa peserta yang pulang, KKN, dan lain-lain langsung dijemput dan dipaksa untuk melakukan cek medis di RS JIH untuk menghindari jatuhnya korban lagi.
3.Pihak kampus melakukan penyelidikan dengan kapolres karanganyar mulai dari Selasa, 24 Januari 2017 sampai saat ini.
4.Tim investigasi telah dibentuk sejak Jum’at, 20 Januari 2017 yang terdiri dari ahli psikologi, hukum, komunikasi, forensik, dan administrasi.
5.Pihak kampus menghimbau kepada seluruh mahasiswa UII untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang beredar kecuali berita resmi yang disampaikan oleh pihak UII.

5.1HOAX PERTAMA :
Hasil otopsi yang dikeluarkan di media-media merupakan sebuah kebohongan besar karena otopsi dilakukan pada hari Minggu, 22 Januari 2017 pada pukul 14.00-17.00 WIB, namun pukul 18.00 WIB hasil otopsi sudah dipublikasikan oleh media. Faktanya, hasil otopsi belum bisa dikeluarkan dalam jangka waktu secepat itu, dan hasil otopsi hanya bisa dikeluarkan oleh pihak RS dan diterima oleh pihak kepolisian. Kalaupun hasil yang beredar adalah benar maka itu merupakan sebuah pelanggaran kode etik dan bisa dituntut melalui jalur hukum.

5.2HOAX KEDUA :
Berita acara yang dikeluarkan MAPALA UNISI pada kasus pertama merupakan suatu ketidakbenaran, karena tidak ditanda tangani oleh pihak yang mengeluarkan serta tidak ada cap resmi dari lembaga yang bersangkutan.

5.3HOAX KETIGA :
Berita yang beredar bahwa luka di tubuh khususnya tangan peserta disebabkan oleh kekerasan adalah tidak benar. Adanya luka disebabkan oleh pada saat materi Navigasi Darat, peserta terkena semak, ranting, maupun tumbuhan lainnya, yang menyebabkan luka pada pergelangan tangan, dan peserta tidak memakai alat pelindung diri, sehingga luka bukan disebabkan oleh kekerasan, tapi karena prosedur yang kurang aman.

6.UII melakukan pendampingan dari rumah sakit sampai proses pemakaman dan semua biaya ditanggung oleh pihak UII.
7.Tim Investigasi bekerja sampai hari Jum’at, 27 Januari 2017 dan harus mendapatkan hasil pada hari Senin, 30 Januari 2017.
8.Pembekuan kelembagaan sampai batas yang tidak ditentukan.
9.Pembekuan kegiatan yang bersifat outdoor berlaku untuk seluruh elemen kemahasiswaan UII.
10.Poin 8 dan 9 merupakan pernyataan tegas dari pihak kampus UII meskipun melangkahi sistem Student Government.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang diajukan saat berlangsungnya rapat koordinasi:
Q : Bagaimana hasil penanganan medis ke 34 peserta TGC?
A : Hasil akan disampaikan tim medis JIH (sedang disiapkan) karena berkaitan dengan kode etik.

Q : Bagaimana pembekuan MAPALA dan kegiatannya? Atas dasar apa?
A : Kegiatan dibekukan dengan pertimbangan :
1.Bagaimana lembaga tersebut memperbaiki dirinya
2.Pembekuan kegiatan dilakukan setelah jatuhnya korban ke 2
3.Pembekuan lembaga dilakukan setelah jatuhnya korban ke 3
4.Pembekuan lembaga dilakukan karena tidak mungkin ada suatu lembaga yang berdiri namun tidak memiliki kegiatan.

Q : Bagaimana koordinasi antara pihak rektorat dengan DPM U mengingat DPM U merupakan lembaga kemahasiswaan tertinggi di KM UII?
A : Pihak rektorat memohon maaf kepada DPM U karena belum dapat berkoordinasi dikarenakan masih berfokus pada keluarga korban, peserta TGC, media, dan lain-lain.

Q : Bagaimana legalitas dari Tim Investigasi ?
A : Tim Investigasi dinyatakan legal karena telah dikeluarkan SK dari rektor.

Q : Bagaimana hubungan antara rektorat dan kepolisian?
A : Tidak ada hubungan antara pihak rektorat dengan kepolisian. Apabila terdapat pihak kepolisian yang datang ke kampus, itu dikarenakan adanya laporan dari pihak korban kedua dan ketiga. Namun pihak UII tidak akan menghalangi pihak keluarga korban yang memilih untuk menyelesaikan kasus ini melalui jalur hukum.

Q : Bagaimana respon KM UII untuk kedepannya?
A : Untuk kedepannya, pihak kampus akan lebih memperhatikan dan mengawasi kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang bersifat outdoor, dengan cara hanya akan memberikan izin kegiatan tersebut jika ada SOP yang baik.

Q : Bagaimana imbas dari TGC MAPALA UNISI terhadap kegiatan kemahasiswaan, terkhususnya untuk kegiatan outdoor? Kegiatan outdoor seperti apa yang dimaksud?
A : Imbasnya yaitu :
1. Dibekukannya kegiatan seperti MAKRAB sampai waktu yang tidak ditentukan. Pembekuannya dapat dicabut jika terdapat SOP yang sesuai standar, dan telah mendapat izin kegiatan dari pihak rektorat.
2. Tidak menutup kemungkinan bagi kegiatan non-outdoor, misalnya Pekan Ta’aruf, sehingga kegiatan non-oudoor pun tetap harus memiliki SOP yang baik dan antikekerasan.

Q : Apakah pihak UII sudah mengidentifikasi nama-nama yang “terduga” sebagai pelaku?
A : Nama-nama yang diduga sebagai pelaku sudah ada di tangan pihak UII, namun untuk memastikan siapa tersangkanya dibutuhkan proses lebih lanjut, yaitu melalui proses hukum (pro justitia) yang mana proses penyidikan sudah berjalan, dan tidak lama akan dikeluarkan hasil yang menyatakan siapa tersangkanya. Pembuktian tersangka tidaklah mudah, karena dibutuhkan 2 alat bukti, salah satunya adalah hasil otopsi. Hasil otopsi baru keluar dan masih disimpan oleh pihak kepolisian.

Q : Apakah ada akses antara orang tua korban dengan panitia TGC MAPALA?
A : Panitia TGC telah melakukan pendampingan salah satunya yaitu selalu menghadiri proses pemakaman korban, termasuk korban ke-3, di Lombok. Namun, karena adanya himbauan dari pihak kampus dengan pertimbangan kondisi psikis dan emosional pihak keluarga korban yang masih dalam suasana berduka, sehingga pendampingan tidak dilakukan sampai ke rumah duka.

note :
●Sekali lagi dihimbau kepada seluruh mahasiswa UII khususnya mahasiswa FTI UII untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar dan tidak jelas kebenarannya.
●Mahasiswa FTI dihimbau untuk tidak gegabah dalam mengambil sikap terkait kejadian ini, karena telah ditangani oleh pihak-pihak yang profesional di bidangnya.
●LEM FTI UII bersama dengan DPM FTI serta LEM dan DPM U maupun fakultas lain sudah membentuk tim investigasi dengan tenggang waktu 5x24 jam.

LEMBAGA EKSEKUTIF MAHASISWA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Zainul Arifin
Ketua Umum
#CordobaRendoor #CordobaRentalOutdoor

19.06 , ,
DOK KELUARGA DOK KELUARGA SEMASA HIDUP: Syaits Asyam dalam sebuah kegiatan kepencintaalaman. (DOK keluarga)

Assalammu'alaikum Sahabat..

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Syaits Asyam, satu di antara tiga korban meninggal dalam diksar Mapala UII (Unisi) Jogjakarta, sempat bercerita tentang tragedi yang akhirnya merenggut nyawanya. 
DWI AGUS, Jogjakarta 
---
CERITA itu diungkapkan almarhum Syaits Asyam kepada sang ibu, Sri Handayani, saat masih dirawat di RS Bethesda Jogajakarta Ketika itu dokter meminta Sri Handayani mencatat semua ucapan anaknya. Sebab, kondisi Asyam memasuki masa kritis. Tujuannya, menghimpun informasi penyebab kekerasan fisik yang dialami anak tunggalnya itu. 
Dalam catatan yang ditulis di kertas memo RS Bethesda tersebut, Asyam menyampaikan tiga poin. Asyam sendiri sempat menulis poin pertama. Selanjutnya, poin kedua dan ketiga ditulis ibunya. "Asyam menyebut nama Yudi yang melakukan kekerasan," kata Handayani ketika ditemui Jawa Pos Radar Jogja di rumah duka, Dusun Jetis, Caturharjo, Sleman, kemarin (25/1). 
Kekerasan yang dimaksud, lanjut Handayani, antara lain, Asyam dipukuli punggungnya dengan rotan sepuluh kali. Lalu, Asyam disuruh mengangkat beban air terlalu berat. Selanjutnya, diduga ada aksi kekerasan lain oleh nama yang sama.
Karena itulah, keluarga Asyam tidak bisa menerima perlakuan yang mengakibatkan anaknya mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Handayani beserta suaminya, Abdulah Arbi, memutuskan untuk mengambil langkah hukum atas kematian anaknya.
Berdasar hasil otopsi, ditemukan indikasi kekerasan fisik yang dialami almarhum. Menurut Handayani, hampir sekujur badan anaknya mengalami memar-memar. Di antaranya, memar di dada sebelah kanan.
"Luka dalam di dada itu membuat napas Asyam tersengal-sengal. Dia jadi sulit berbicara. Tutur katanya tidak jelas," tutur perempuan berjilbab tersebut.
Sebagaimana diberitakan kemarin, tiga mahasiswa UII meninggal dunia setelah mengikuti The Great Camping (TGC) Mapala UII di Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, 14-22 Januari. TGC merupakan pendidikan dasar (diksar) bagi para anggota baru Mapala UII.
Tiga korban tewas itu adalah Muhammad Fadli, 20, yang meninggal Jumat (20/1), setelah sempat dirawat di Puskesmas Tawangmangu; disusul Syaits Asyam, 19, Sabtu (21/1) di RS Bethesda Jogjakarta; dan terakhir Ilham Nurfadmi Listia Adi, 20 yang meninggal Senin malam (23/1) juga di RS Bethesda. Tragedi itu juga mengakibatkan puluhan peserta diklat lainnya mengalami luka-luka. Hingga kemarin, masih ada sepuluh mahasiswa UII yang dirawat di Jogja International Hospital (JIH). Diduga, ada tindak kekerasan selama diksar berlangsung.
Menurut ibu Asyam, Handayani, dirinya tidak langsung diberi tahu panitia bahwa anaknya telah dirawat di RS Bethesda. Dia baru dikabari beberapa saat sebelum anaknya mengembuskan napas terakhir. 
"Saya sampai rumah sakit jam 11.30 lebih. Saya shock melihat kondisi anak saya karena tubuhnya penuh luka. Napasnya juga sudah terengah-engah dan bicaranya tidak jelas. Tapi, masih bisa menceritakan kronologi kejadian di sana (Gunung Lawu, Red)," katanya.
Handayani sempat mendengar kabar dari teman Asyam bahwa sebenarnya Asyam sudah tidak kuat. Dia ingin mengundurkan diri dari diksar, tapi dilarang panitia. Bahkan, Asyam malah ditarik dan dipisahkan dari rombongan diksar lainnya.
"Asyam juga sempat cerita tiga hari pertama tidak apa-apa, tapi setelah itu baru kejadian. Asyam tidak pernah melawan," ujarnya.
Di mata Handayani, Asyam merupakan sosok yang sederhana, taat beribadah, dan dekat kepada orang tua. Cowok kelahiran 7 Juli 1997 itu sangat dielu-elukan keluarganya. Maklum, dia anak tunggal. Meski anak tunggal, Asyam sangat mandiri.
"Dia selalu berusaha mendapatkan apa yang diinginkan dengan usahanya sendiri. Sangat ingin membahagiakan kedua orang tuanya," kata Handayani.
Sejak SMA hingga kuliah, Asyam juga sangat mencintai bidang penelitian. Tak heran, dia pun berprestasi di bidang itu. Saat di SMA Kesatuan Bangsa Jogjakarta, bersama sahabatnya, Galih Ramadhan, Asyam meraih medali emas dalam ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2014. Keduanya melakukan penelitian kimia bertajuk Treatment of Oil Spill by Buffing Dust as an Efficient Adsorbent.
Dia juga meneliti limbah laut. Berkat penelitian itu, Asyam diundang ke Istana Negara oleh Presiden Jokowi. "Dia sangat bangga atas prestasi yang diraihnya itu," kenang Handayani. 
Handayani mengakui, Asyam punya semangat tinggi untuk menyelamatkan lingkungan. Keikutsertaannya dalam Mapala UII juga didasari kecintaannya pada alam. Sebagai ibu, tentu Handayani sangat mendukung segala langkah anak semata wayangnya tersebut.
Di luar aktivitas akademis, Asyam giat di berbagai kegiatan sosial. Saking sibuknya Asyam, Handayani memiliki julukan khusus kepada anaknya tersebut. "Karena sangat sibuk, saya panggil dia 'pak menteri'," ujarnya setengah terisak.
Salah satu impian Asyam yang belum terwujud adalah menempuh pendidikan di luar negeri. Asyam ingin sekali menempuh pendidikan di Universitas Oxford London. "Dia ingin ke Oxford. Di UII dia sudah mengikuti latihan kepemimpinan. Tapi, sekarang impian itu sudah menajdi kenangan. Tapi, semangatnya tetap saya simpan," katanya. 
Duka mendalam juga dirasakan ayah Ilham Nurfadmi Listia Adi, Syafii. Syafii tidak menyangka akan "didahului" sang anak. "Saya tak menyangka Ilham meninggal di usia muda," ucapnya saat ditemui di RS Bethesda Selasa (24/1).
Syafii mengakui adanya bekas penganiayaan fisik di tubuh anaknya. Sebelum meninggal, Ilham sempat berkomunikasi dengannya. Menurut pengakuan Ilham, dia mendapat siksaan dari para seniornya di Mapala UII. Hal itu dikuatkan saat Syafii melihat langsung kondisi tubuh almarhum. 
"Awalnya Ilham telepon katanya dipukuli. Dia sempat mengirim foto tubuhnya yang memar-memar. Saat saya tiba di Jogja dan melihat langsung kondisi anak saya, ternyata benar adanya. Bahkan, ada bekas pukulan seperti bukan pukulan tangan," jelas Syafii. 
Kemarin jenazah almarhum sudah tiba di kampung halaman di Lombok Timur. Tangis histeris menyambut kedatangan jenazah di rumah duka. Sang ibu beserta saudara-saudara almarhum tak kuat menahan duka mendalam.
Syafii menyatakan bakal membawa kasus tersebut ke ranah hukum. "Saya sudah melapor ke Polda DIJ. Tapi, saya disarankan untuk melapor ke wilayah hukum kejadian (Polres Karanganyar)," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang korban luka, Abyan Razaki, 19, hingga kemarin masih menjalani perawatan intensif di RS JIH Jogja. Dia mengaku mengalami kondisi serupa dengan tiga korban meninggal. Dia mengalami luka-luka di sekujur tubuh.
Kakak Abyan, Raihan Aflah, 20, menjadi saksi tumbangnya sang adik bungsu. Sepulang dari TGC di Gunung Lawu Sabtu (21/1), kesehatan Abyan menurun drastis. Mulai luka di kedua kaki, tangan, punggung, bahkan kontur wajah adiknya lebih tirus. "Waktu mandi, dia (Abyan) sampai tidak bisa buka celana sendiri," ujarnya.
Lantas, Raihan datang lagi ke kamar Abyan sekitar pukul 10.00. Namun, kondisi pintu kamar terkunci dari dalam. "Akhirnya saya pinjam kunci cadangan. Saat itulah saya menemukan adik saya hanya terbalut handuk, meringkuk. Dia langsung saya bawa ke JIH," jelasnya.
Raihan mengungkapkan, keadaan fisik adiknya kala itu sangat lemah. Bahkan, Abyan tidak bisa berjalan karena luka di tubuhnya. "Terpaksa saya gendong karena dia tidak kuat berjalan. Adik saya didiagnosis awal mengalami bronkitis, jempol kaki harus operasi, dan ginjalnya infeksi," papar dia.
Anehnya, Abyan tidak memiliki sejarah penyakit tersebut. Hanya, diakui Raihan, adiknya selama ini kurang mengonsumsi air mineral. "Saat ini Abyan sedang puasa untuk menjalani operasi di kedua jempol kakinya. Kondisi jempolnya lecet dan mengeluarkan nanah," terangnya.
Rektor UII Harsoyo menegaskan komitmen kampusnya. UII akan melakukan investigasi untuk mengungkap tragedi diksar Mapala UII. Langkah awal yang dilakukan ialah membekukan segala kegiatan Mapala UII dan kegiatan lain yang bersifat outdoor.
"Kami sedang menyusun laporan ke Koopertis dan ORI. Dari hasil investigasi dan pemeriksaan fisik para korban, memang ditemukan adanya kekerasan fisik. Sanksi ketegasan dari kampus pasti ada, ditambah proses hukum oleh kepolisian," tandasnya.
Selain akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban, UII bakal melakukan pendampingan kepada peserta diksar dan orang tuanya. Terutama keluarga almarhum Fadli, Syaits Asyam, dan Ilham Nurpadmi Listia Adi. 
Sementara itu, selama empat hari penyelidikan, Polres Karanganyar telah memeriksa sebelas saksi dan menyita barang bukti kasus dugaan penganiayaan dalam kegiatan diksar Mapala UII di Tawangmangu. Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, para saksi tersebut terdiri atas kerabat tiga mahasiswa yang meninggal dunia serta sejumlah peserta diklat. Dari pemeriksaan awal, terdapat indikasi tindak kekerasan selama pelaksanaan diksar. "Ditemukan adanya dugaan kekerasan selama pelaksanaan diklat sehingga mengakibatkan tiga mahasiswa meninggal," jelas Ade kemarin.
Permintaan visum et repertum (VER) dan otopsi sudah dilayangkan ke RSUD Karanganyar, RS Bethesda Jogjakarta, dan RSUP dr Sardjito Jogjakarta. "Kami masih menunggu hasil VER maupun otopsi dari tiga rumah sakit ini. Pihak RS Bethesda dan RSUP dr Sardjito menyatakan, ditemukan luka di sekujur tubuh korban yang diduga akibat kekerasan. Dari kepala, tangan, hingga kaki," ungkap Ade. (ila/adi/wa/*/c10/c9/ari)
Sumber : http://www.jawapos.com/read/2017/01/26/105015/maut-di-balik-diksar-mapala-uii-dia-sempat-bercerita-penyiksaannya-pada-sang-ibu-sebelum-meninggal
Mari Kita Doakan Almarhum, Semoga Ibadah Beliau Diterima oleh Alloh SWT dan Semoga Keluarga Yang Di Tinggalkan Di Berikan Ketabahan, Kesabaran, dan Hikmah serta hidayah di balik kejadian tersebut.
Aaamiin Ya Robbal 'alamin..

#CordobaRendoor #CordobaRentalOutdoor

Total Tayangan Halaman

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget